Kucing

Cara Merawat Anak Kucing Tanpa Induk

Cara Merawat Anak Kucing Tanpa Induk – Kucing┬ádengan umur 3 bulan pada dasarnya lebih kerap serta merasa nyaman berada di dekat induknya. Akan tetapi terkadang ada kondisi dimana anak kucing terpisah dengan induknya. Ketika Kamu mengadopsi atau mengambil anak kucing untuk dirawat, Kamu harus memperhatikan beberapa hal agar anak kucing dapat bertahan hidup.

Meskipun perawatan anak kucing membutuhkan perawatan ekstra serta ketelatenan, anak kucing yang dirawat sejak kecil akan jauh lebih jinak dibanding merawat kucing dewasa. Agar kucing yang Kamu rawat dapat tumbuh sehat, Kamu harus memperhatikan beberapa hal saat melakukan perawatan anak kucing.

Cara Merawat Anak Kucing Tanpa Induk

Meskipun tanpa indukan, Kamu tetap dapat merawat anak kucing dengan baik. Dengan ketelatenan dalam perawatan anak kucing tanpa induk, anak kucing dapat tumbuh dengan sehat serta lincah. Buat mempermudah Kamu dalam merawat anak kucing tanpa induk, berikut ini panduan lengkap serta mudah dalam perawatan anak kucing umur 1 hingga 3 bulan.

1. Memberikan Nutrisi yang Tepat

Memberikan nutrisi yang tepat merupakan salah satu hal terpenting dalam perawatan anak kucing. Memberi pakan dengan benar akan membuat anak kucing menjadi lebih sehat serta terhindar dari berbagai penyakit yang dapat membahayakan nyawa kucing. Agar anak kucing Kamu tetap terawat meski tidak berada di dekat induknya, Kamu harus memperhatikan setiap nutrisi yang masuk ke perut anak kucing.

a. Kenalkan dengan Makanan Padat

Meskipun tanpa indukan, anak kucing umur 1 bulan telah dapat dikenalkan dengan makanan padat. Agar pencernaan anak kucing tidak terganggu, Kamu dapat memberikan memberikan makanan padat yang dicampur dengan air untuk menghindari sembelit pada kucing. Selain itu, pemberian makanan dengan tekstur yang cocok dengan lambung kucing akan menghindari risiko diare yang berakibat pada kematian anak kucing.

Saat anak kucing berumur 2 bulan, Kamu telah dapat memberikan makanan kemasan, baik makanan kering ataupun makanan basah yang banyak dijual di pasaran. Kamu harus memperhatikan makanan kucing khusus kitten karena nutrisi yang terkadung telah disesuaikan dengan umur kucing. Sedangkan untuk anak kucing umur 1 bulan, Kamu dapat memberikan makanan home made yang terbuat dari daging serta ikan yang telah dimasak.

Pemberian daging serta ikan tanpa campuran bahan lain akan mengenalkan rasa daging serta ikan pada anak kucing untuk pertama kalinya. Sedangkan untuk pemasakan, Kamu dapat menggoreng ataupun mengukus hingga matang agar makanan yang akan disajikan terbebas dari kontaminasi beragam mikroorganisme.

b. Memberikan Susu

Anak kucing umur 1-3 bulan umumnya masih dekat dengan induknya untuk menyusu. Tetapi kalau Kamu merawat anak kucing tanpa induk, Kamu dapat memberikan susu khusus kucing. Susu rendah laktosa akan membantu memenuhi kebutuhan nutrisi anak kucing serta aman untuk sistem pencernaannya.

Sebaiknya Kamu menghindari untuk memberikan susu sapi yang dapat mengganggu pencernaan anak kucing yang masih rentan. Memberikan susu sapi akan membuat anak kucing diare yang dapat berakibat pada kematian anak kucing.

c. Memberikan Air

Selain susu, Kamu juga harus menyediakan air minum untuk anak kucing. Sebaiknya Kamu memberikan air putih matang yang telah bebas dari kontaminasi mikroorganisme. Air minum harus kerap diganti meski air minum belum habis untuk menghindari tercampurnya kotoran yang mungkin masuk kedalam tempat minum kucing.

Lokasi minum air juga sebaiknya disesuaikan dengan tubuh kucing. Hal ini akan membantu kucing lebih mudah untuk meminum air. Selain itu, tempatkan air minum di tempat yang mudah dijangkau oleh kucing. Terdapat baiknya Kamu tidak mengubah peletakkan tempat minum untuk mempermudah anak kucing saat haus serta untuk melatih kedisiplinannya.

2. Menjaga Kebersihan

Kebersihan menjadi faktor penting untuk mendukung kesehatan anak kucing. Daya tahan tubuh anak kucing yang masih rentan menjadi salah satu alasan untuk merawat kebersihan area kucing.

a. Membersihkan Tubuh Anak Kucing

Anak kucing di bawah umur 3 bulan masih sangat rentan untuk dimandikan. Agar tubuh anak kucing Kamu tetap bersih, Kamu dapat membersihkannya dengan menggunakan washlap hangat. Meskipun tanpa dimandikan, cara merawat anak kucing agar tetap bersih ini akan membuat kucing lebih sehat serta menghindari kucing dari beragam penyakit yang dapat membahayakan diri anak kucing.

Kamu dapat membersihkan tubuh anak kucing secara rutin setiap pagi. Dengan membersihkan tubuh kucing akan menghilangkan debu ataupun kotoran yang menempel pada bulu kucing. Sehingga anak kucing menjadi lebih bersih serta Kamu tidak perlu lagi memandikan anak kucing.

b. Membersihkan Kandang Kucing

Langkah merawat anak kucing yang berada dalam sebuah kandangsalah satunya adalah harus rutin membersihkan kandang kucing. Membersihkan kandang kucing dapat dilakukan seminggu sekali untuk menghindari penularan beragam penyakit karena area yang kurang bersih. Selain akan membuat kucing lebih sehat, membersihkan kandang juga akan membuat kucing lebih nyaman saat berada di dalam kandang.

c. Membersihkan Bak Kotoran Kucing

Selain membersihkan kadang kucing, membersihkan bak kotoran kucing juga harus dilakukan secara rutin. Kamu dapat membersihkan bak kotoran setiap kali kucing selesai buang air besar. Meskipun tampak menjijikkan, Kamu dapat menggunakan serokan kotoran untuk membuang kotoran kucing tanpa membuat tangan Kamu bau.

Selain membuang kotoran kucing, Kamu juga harus membersihkan pasir gumpal untuk menghindari penularan penyakit. Bau pada pasir dapat Kamu hilangkan dengan cara membersihkan pasir ataupun mengeringkan pasir di bawah sinar matahari. Mengeringkan pasir juga akan mendukung area tempat tinggal kucing tetap kering, sehingga kucing tak gampang terkena jamur karena area yang lembab.

Langkah paling mudah adalah dengan membuang pasir yang telah terkena kotoran atau pipis kucing. Hanya saja cara ini sedikit lebih boros dalam penggunaan pasir gumpal yang harus kerap diganti.

Langkah lain untuk mengurangi bau pasir pada bak kotoran kucing adalah dengan menyemprot pewangi khusus pasir. Langkah ini cukup efektif untuk membuat bau bak kotoran kucing hilang, tetapi Kamu tetap harus membersihkan bak kotoran secara teratur agar kucing tidak mudah tertular penyakit.

3. Mengajari Kedisiplinan

Meskipun masih berumur di bawah 3 bulan, anak kucing harus diajarkan ketertiban sejak dini. Hal ini akan mempengaruhi perilaku anak kucing hingga dewasa kelak. Sehingga kucing mengetahui aturan yang berlaku serta tidak menjengkelkan Kamu karena perilakunya yang kurang Kamu suka. Buat mengajarkan ketertiban pada anak kucing diperlukan ketelatenan serta suara yang lembut agar kucing tidak takut.

a. Membuang Kotoran di Tempatnya

Salah satu cara merawat anak kucing dengan mengajarkan ketertiban kucing adalah mengajarkan untuk membuang kotoran di tempatnya. Sebelum mengajarkannya, Kamu dapat menyiapkan bak kotoran yang berisi pasir serta memperlihatkannya kepada anak kucing Kamu. Apabila anak kucing belum terbiasa menggunakan bak kotoran, Kamu dapat memegang kaki kucing serta menggaruk-garukkannya ke atas pasir.

Dengan mengajarkan sejak dini akan membuat kucing mengetahui tempat untuk membuang kotorannya. Sehingga dapat menghindari kucing membuang kotoran atau pipis di sembarang tempat.

b. Tidak Merusak Benda di Sekeliling Rumah

Salah satu kebiasaan kucing saat bermain adalah menggaruk-garukkan jarinya ke permukaan benda tertentu, seperti couch. Perilaku ini pastinya akan membuat jengkel Kamu karena couch menjadi cepat rusak. Agar perilaku tersebut tidak menjadi kebiasaan, Kamu dapat menyediakan tempat garukan jari kucing serta berkomunikasi dengan kucing Kamu untuk tidak menggaruk di tempat yang terlarang.

4. Vaksinasi

Pada dasarnya, kucing telah mempunyai kekebalan dari air susu yang diberikan induknya. Tetapi tidak seluruh anak kucing dapat memperoleh air susu hingga masa penyapihan selesai. Agar kucing mempunyai kekebalan untuk melindungi dirinya dari serangan penyakit, salah satu caranya adalah dengan melakukan vaksinasi.

Vaksinasi sebagai bagian dari cara merawat anak kucing merupakan salah satu cara untuk pencegahan yang cukup efektif dalam melindungi diri kucing dari beragam penyakit menular. Dengan vaksinasi maka tubuh kucing akan memiliki kekebalan tambahan untuk melindunginya berbagai serangan penyakit.

Pada dasarnya, kucing telah mempunyai kekebalan dari air susu yang diberikan induknya. Tetapi tidak seluruh anak kucing dapat memperoleh air susu hingga masa penyapihan selesai. Agar kucing mempunyai kekebalan untuk melindungi dirinya dari serangan penyakit, salah satu caranya adalah dengan melakukan vaksinasi.

Anak kucing telah dapat divaksin ketika berumur 8-9 minggu. Pada umur 8-9 minggu, kekebalan tubuh anak kucing menjadi berkurang. Sehingga untuk meningkatkan kekebalan tubuh kucing diperlukan vaksinasi.

Vaksinasi pada kucing dilakukan pada kucing yang tidak sedang hamil atau menyusui. Selain itu, kucing harus benar-benar sehat serta diperlukan penyelidikan terlebih dahulu. Sebelum divaksin, kucing akan diperiksa ada tidaknya kutu, kucing tidak diare serta tidak muntah, serta tidak adanya radang di beberapa bagian tubuh kucing.

Setelah divaksinasi, ada kalanya kucing menjadi lesu serta tidak nafsu makan. Hal ini wajar terjadi pada setiap kucing yang telah divaksinasi. Selain itu, space bekas suntikan akan membesar. Bengkak akibat vaksinasi akan mengempes dengan sendirinya serta Kamu tidak perlu melakukan tindakan apapun untuk kucing Kamu.

5. Kasih Sayang pada Kucing

Memberikan kasih sayang pada anak kucing Kamu akan membuatnya merasa nyaman serta aman ketika berada di dekat Kamu. Kamu dapat mengelus-elus kepala kucing hingga ke punggungnya ketika Kamu sedang bersantai. Selain menyenangkan untuk kucing Kamu, mengelus kepala kucing juga akan mendekatkan Kamu dengan kucing secara emosional, sehingga kucing menjadi lebih jinak serta penurut.

Kamu juga dapat mengajak bermain anak kucing dengan tali ataupun mainan khusus kucing. Selain dapat mendekatkan Kamu dengan kucing, cara ini juga akan melatih motorik kucing, sehingga ototnya menjadi semakin kuat. Bermain dengan kucing juga akan meningkatkan mood Kamu menjadi lebih baik. Jadi tidak ada salahnya kalau Kamu kerap menghabiskan waktu dengan bermain bersama kucing Kamu.

Meskipun Kamu mempunyai kucing berumur 1-3 bulan tanpa induk, Kamu tidak perlu khawatir karena cara merawat anak kucing sangatlah mudah. Langkah di atas dapat membantu Kamu dalam perawatan anak kucing agar anak kucing menjadi lebih sehat serta merasa aman di dekat aman. Semoga data di atas membantumu.

Related Articles

Back to top button