Burung

Cara Ternak Burung Kacer dan Tips Memilih Indukan Kacer Betina Berkualitas

Jika telah mempunyai seekor burung Kacer jantan, rasanya mau membeli seekor lagi yang betina untuk diternakkan. Ya, kami yakin seluruh kicau mania pasti mau beternak burung Kacer sendiri ketimbang harus membelinya di pasar burung. Sayangnya, untuk beternak burung Kacer tidak semudah yang dibayangkan.

Banyak penyebab yang membuat para peternak Kacer pemula menyerah sebelum usaha mereka membuahkan hasil. Padahal, jika mereka ingin berusaha lebih giat lagi, maka hasil manis akan segera mereka dapatkan. Karena, ternak Kacer memiliki masa depan yang cerah, mengingat pecinta burung Kacer sangat banyak serta terus meningkat dari hari ke hari.

Buat itu, kami ingin bertanya kepada Kamu. Kenapa Kamu tidak memulai beternak Kacer sendiri di rumah? Bukankah itu telah menjadi hobi Kamu? Selain itu, ternak Kacer ini juga dapat dijadikan usaha sampingan setelah pulang kerja. Hasilnya dapat untuk tambah-tambah kebutuhan rumah tangga serta kebutuhan perawatan burung Kacer itu sendiri.

Apabila memang Kamu tertarik menangkar burung Kacer, maka kami akan memberikan data tentang cara beternak Kacer untuk pemula mulai tahap pemilihan indukan hingga perawatan anakan burung Kacer.

Langkah memilih indukan Kacer yang baik

Indukan Kacer jantan: Umur minimal 2 tahun, hasil penangkaran, sehat, tidak cacat, jinak, sorot mata tajam, gesit, postur tubuh besar, gacor, serta dari keturunan burung jawara.

Indukan Kacer betina: Umur minimal 1 tahun, hasil penangkaran,sehat, jinak, kharakter pemberani atau memiliki psychological yang bagus, serta dari keturunan burung jawara.

Kriteria indukan Kacer jantan serta betina ini didasarkan pada indukan yang berkualitas sangat baik. Jadi, kemungkinan Kamu harus mengeluarkan biaya yang cukup besar hanya untuk membeli indukan burung Kacer jawara. Namun, untuk pemula tidak perlu indukan yang berkualitas, yang penting pengalaman beternak Kacer.

Nanti, bersamaan berjalannya waktu, setelah penghasilan mulai meningkat, Kamu dapat mengembangkan ternak Kacer dengan indukan yang berkualitas dari keturunan burung jawara. Buat sekarang, yang Kamu perlukan adalah belajar beternak Kacer hingga berhasil menetas.

Jenis kandang penangkaran burung kacer

Kandang permanen: ukuran 100 x 90 x 170 cm atau 200 x 150 x 200 cm, dinding terbuat dari bata atau batako, serta tersedia pintu yang besar untuk mengontrol burung.

Kandang gantung: ukuran 50 x 50 x 50 cm serta bahan menggunakan kawat atau bambu.

Buat sarangnya, Kamu dapat menggunakan tanaman di sekitar rumah yang telah mengering, di antaranya tangkai daun lamtoro, tangkai daun sengon, sabut kelapa, ijuk pohon aren, serta daun cemara. Tanaman-tanaman ini sebagian ditaruh di sarang serta sebagian lagi diletakkan di dasar sangkar.

Cara menjodohkan Kacer jantan dan betina

Kacer

Kami beritahukan sebelumnya, mungkin untuk pertama kalinya Kamu akan mengalami kegagalan saat proses penjodohan Kacer. Pasalnya, Kacer jantan serta betina yang belum pernah bertemu akan sulit sekali dijodohkan. Apalagi, kalau Kamu memiliki burung Kacer tersebut dari tangkapan hutan atau pasar burung, pasti semakin sulit dijodohkan.

Berbeda dengan Kacer jantan serta betina yang telah jinak dari penangkaran. Biasanya, indukan kacer dari penangkaran telah dapat langsung diternak karena telah terawat dengan baik.

Terlepas dari itu seluruh, Kamu tetap dapat menjodohkan burung Kacer dengan cara mengenalkan indukan jantan serta betina selama 1 minggu hingga 2 minggu. Pada proses pengenalan, Kamu tidak boleh langsung memasukkan dua burung Kacer dalam satu sangkar yang sama.

Kamu dapat menggunakan dua sangkar yang saling didekatkan atau menggunakan satu sangkar tetapi diberi sekat agar keduanya tetap terpisah satu sama lain. Ini dilakukan agar kedua burung Kacer tidak saling berkelahi.

Sesudah itu, amati terus perkembangan keduanya. Apabila indukan Kacer jantan kerap berkicau serta ditanggapi oleh indukan betina, itu artinya mereka berdua telah siap kawin.

Jangan lupa, selama proses penjodohan berlangsung, Kamu harus memberikan pakan atau makanan yang bergizi, seperti further meals (EF), serta jenis pakan hewani yang dapat meningkatkan birahi burung Kacer.

Pakan yang diberikan selama proses penjodohan burung Kacer

Kamu dapat memberikan voer seperti biasa, belalang, ulat, kroto serta jangkrik 5 hingga 10 ekor setiap hari. Jika perlu, berikan vitamin tambahan agar anakan Kacer nanti lebih sehat. Tak hanya itu, kandang penangkaran harus selalu dibersihkan secara rutin, minimal 3 hari sekali.

Proses pengeraman, penetasan, hingga perawatan anakan burung Kacer

Apabila perkawinan burung Kacer telah berhasil dilakukan, dalam beberapa hari kemudian Kacer betina akan bertelur 2 sampai 3 butir. Setelah itu, indukan betina akan mengerami telur tersebut hingga 2 minggu lamanya. Nah, saat proses pengeraman, Kamu tidak disarankan untuk menengok indukan betina, apalagi menyentuh telurnya. Hal ini dilakukan agar telur tersebut dapat menetas dengan sempurna serta indukan tidak stres.

Setelah 14 hari dierami, telur burung Kacer akan menetas. Kamu cukup memberikan pakan ke indukan saja. Karena, anakan burung Kacer akan disuapi oleh indukannya.

Barulah setelah 10 hari, Kamu diperbolehkan meloloh anakan burung Kacer menggunakan suntikan serta voer yang telah diencerkan. Beberapa minggu setelah itu, tepatnya 4-5 minggu, Kamu dapat memberikan pakan yang lebih bergizi seperti kroto serta jangkrik kecil pada pagi hari atau sore hari.

Related Articles

Back to top button